home


FALSAFAH ESOTERIK กฤ Secara Ringkas

Istilah spiritual, biasanya dikaitkan dengan beberapa bentuk agama atau kegiatan agama, yang sebenarnya mengandung arti yang lebih luas: "semua kegiatan yang mendorong umat manusia untuk mencapai suatu bentuk kemajuan - fisik, emosi, kelembagaan, sosial - jika dapat mencapai kemajuan yang jauh lebih baik dari sekarang, akan merupakan suatu bentuk spiritual yang alamiah". Menurut definisi ini maka setiap kata, pikiran, dan tindakan, adalah bentuk spiritual yang berpotensi dan mampu untuk memperbaiki kondisi manusia.
Dari zaman kuno sebuah badan Ajaran Spiritual dikenal sebagai Kebijakan Abadi atau Falsafah Esoterik (Ageless Wisdom) diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya seperti biasanya melalui kata atau mulut dari guru ke anak didik. Ia telah menjadi sumber mata air untuk seni dan ilmu dari peradaban yang tak terhitung jumlahnya. Ia merupakan sebuah landasan yang lazim ditemukan pada semua agama di dunia.
Jika ada krisis besar, ajaran ini lebih disebar luaskan, bersifat lebih terbuka. Pada 100 tahun terakhir Falsafah Esoterik telah disebar luaskan melalui individu, seperti Helena Blavatsky, pendiri Masyarakat Theosofi (Theosophical Society) dan kemudian oleh Alice A. Baily dan Helena Roerich. Pada tahun 1948, Kembalinya Kristus dalam Waktu Dekat telah diungkapkan dalam karya Alice Bailey, "Kembali-Nya Kristus".


Alam Semesta Yang Penuh Energi

Meluasnya konsep bahwa Setiap Getaran pada Frekwensi tertentu, "kesemuanya adalah energi', ternyata lambat-laun telah diterima dalam skala yang lebih luas dan merubah pandangan hidup banyak manusia. Sekarang para-ilmuan dapat memperagakan bahwa energi dan zat adalah kenyataan tetapi pada bentuk rumusan yang berbeda.
Mempersatukan falsafah Timur maupun Barat, esoterisme adalah ilmu perkembangan proses manusia dan alam - dipandang dari sudut energi dan keberadaan benda. Esoterisme juga melaporkan adanya sistematisasi yang meluas mengenai struktur energi di alam semesta dan peranan manusia di dalamnya. Selain itu hal ini merupakan seni memahami dan bekerja sama dengan energi-energi yang berasal dari sumber-sumber paling tinggi.
Esoterisme menerima dan menyadari sebagai dalil bahwa Tuhan adalah jumlah kumpulan dari seluruh hukum alam semesta, dan semua energi yang dikuasai oleh hukum ini, terdiri dari segala yang jelas dan tidak jelas di alam semesta dan semua yang kita saksikan dan tidak dapat disaksikan.
Manusia, sebaliknya adalah sebuah percikan dari Tuhan, suatu jiwa yang menyatakan dirinya melalui jiwanya dan kepribadiannya terdiri dari tubuh berjiwa, tubuh beremosi dan tubuh fisik. Kita pada dasarnya memiliki sifat ketuhanan, tetapi banyak individu-individu mengakui dan memperagakan sifat ketuhanan ini hanya pada tingkat terbatas. (Falsafah ini hanya diketahui dan difahami oleh beberapa orang tertentu saja).


Hukum Lahir Kembali

Proses di mana kita menunjukkan dengan cara berangsur-angsur mencapai sifat pendekatan ketuhanan, proses ini disebut lahir kembali (reinkarnasi). Seperti anak-anak yang mengalami sistim masa bersekolah di taman kana-kanak, kitapun mulai dari tingkat dasar sekali mulai dari ucapan manusia, tanpa men-yadari warisan spiritual kita yang sebenarnya. Melalui pengalaman seumur hidup yang tak dapat dihitung banyaknya, seperti - pada kehidupan di banyak negara, dengan budaya dan pendidikan agama yang berbeda, baik didalam tubuh pria dan wanita - kitapun banyak belajar melalui sukses dan kegagalan, dan bergerak maju dengan perjalanan evolusioner untuk kembali ke sumber kita, keuntungan-keuntungan disetiap umur penghidupan yang diturunkan kepada generasi berikutnya.
Metode yang dipakai dalam sistem pendidikan adalah hukum sebab dan akibat atau dalam istilah Timur: Karma, yang diterangkan dalam Kitab Injil, "sebagaimana anda menabur, begitu pula anda menuai". Dalam istilah fisik modern, hukum sebab dan akibat dapat disingkatkan sebagai berikut: untuk setiap tindakan ada reaksi yang bekerja sama atau berlawanan.. Disetiap pemikiran dan tindakan menimbulkan efek yang tidak dapat menghindari kebaikan atau keburukan. Dengan memahami dan bekerja dalam hukum sebab dan akibat ini, kita belajar untuk membuat pilihan yang lebih baik dan lambat laun mengatur nasib kita sendiri.
Tingkat-tingkat mengenai penguasaan diri sendiri yang progresif telah ditandai oleh pengembangan kesadaran telah dikenal sebagai permulaan, yaitu pandangan dan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai sifat alam yang sebenarnya. Kehidupan Jesus menggambarkan secara simbolis permulaan-permulaan itu dalam lahir-Nya, Pembabtisan, perubahan bentuk, penyaliban dan kenaikan-Nya.
Seorang individu yang mencapai kenaikan pada tingkat yang kelima, diberi nama Sang Pimpinan, yang berarti bahwa ia telah lulus melalui pengalaman yang disajikan peng-hidupan di dunia. Dan di dalam proses inilah ia memperoleh penguasaan diri sendiri secara mutlak. Dengan hasil yang Dia peroleh Dia tidak membutuhkan penjelmaan lagi, tetapi mungkin secara sukarela sebagai suatu tindakan pengabdian pada umat manusia dan pada rencana Tuhan.


Hirarki Spiritual

Para Pimpinan, bersama-sama membentuk Hirarki Spiritual, merupakan rencana ketuhanan untuk planet ini. Mereka telah mengilhami prestasi manusia yang besar sepanjang sejarah, bekerja dibelakang layar,
dengan perantaraan murid-murid mereka mencakup setiap lapangan hidup manusia. Para Pimpinan memandu dan mengajar, tetapi adalah manusia itu sendiri, yang memberi respons dengan kebebasan, dorongan stimulus yang mereka miliki untuk menciptakan setiap peradaban baru.
Sepanjang sejarah, ketika manusia dihadapkan kepada titik krisis utama, Hirarki Spiritual mengirimkan seorang Guru untuk menuntun jalan. Telah ada banyak Guru Akbar Spiritual seperti, Krishna, Budha, Kristus, hanya beberapa saja diantaranya yang dapat disebut. Sekarang pada waktu keadaan genting Para Pimpinan telah kembali ke alam lepas diluar bumi untuk pertama kali dalam waktu beribu-ribu tahun, bersamaan dengan Para Pimpinan, Ketua dari Hirarki Spiritual, yaitu Maitreya. Tanggung jawab umat manusia terhadap dorongan kemauan istimewa ini, dapat menciptakan peradaban baru dimasa yang akan datang.


Siapakah Kristus Itu ?

Dalam tradisi esotoric, kata Kristus bukanlah nama seorang individu melainkan Jabatan atau Fungsi yang berada dalam Hirarki Spiritual dari Para Pimpinan. Yang menempati Fungsi itu sekarang, adalah Maitreya, yang telah menjabat Jabatan "Kristus" selama 2.600 tahun terakhir, dan Beliau akan terus memegang posisi ini selama seluruh abad Aquarius kira-kira 2.500 tahun lagi.
Maitreya adalah "Saudara Lelaki" yang paling tua dalam keluarga umat manusia, telah menyempurnakan dan mempertaruhkan dalam dirinya sendiri sifat ketuhanan yang terpendam dalam setiap diri kita. Dia telah datang pada hari ini untuk mengungkapkan aspek baru dari Tuhan dan untuk memimpin manusia melalui tahap-tahap berikut bagi perjalanan spiritual.
Di Palestina, 2.000 tahun lalu, Maitreya bekerja melalui muridnya Jesus. Sejak Jesus di baptis di sungai Jordan dan melalui penyaliban, kesadaran Maitreya telah meng-ungguli (overshadowed) Dia. Prosedur ini kadang-kadang dipakai antara Para Pimpinan dan murid-murid-Nya sebagai cara untuk memperkenalkan Ajaran Baru bagi umat manusia. Dengan persetujuan penuh dan kerja sama Jesus, Maitreya telah berhasil untuk menyebarkan ke dunia potensi spiritual yang hebat yang kita namakan cinta-kasih. Jesus yang sekarang adalah Pimpinan Tunggal, telah melaksanakan peran penting dalam rangka persiapan kedatangan Maitreya kembali dan telah dikukuhkan didunia sebagai seorang Sang Pimpinan yang pertama setelah Hari Pernyataan.

Golongan Anti Kristus

Menurut Ageless Wisdom, Anti Kristus itu bukanlah seorang atau individu yang hidup pada suatu batas kurun waktu tertentu, tetapi adalah suatu Energi yang terbebas sebelum kedatangan Kristus. Energi itu datang untuk meratakan jalan bagi kebangunan kekuatan Kristus dengan menghancurkan cara-cara usang dan tua yang telah meng-kristalisasi yang menjadi penghalang berkembangnya masyarakat baru. Sedangkan yang anti Kristus adalah energi yang telah menjelma melalui individu tertentu dan telah melakukan penjelmaan ini beberapa kali pada era yang berbeda sepanjang sejarah, antara lain yang dicatat adalah sebagian besar peristiwa Kerajaan Nero pada zaman Romawi, dan baru-baru ini melalui Hitler dan rekan dekatnya. Dengan dikalahkannya kekuatan Negara Koali-si As selama perang dunia kedua, selesailah karya energi anti Kristus untuk era ini, dan tidak akan timbul lagi selama 3.000 tahun mendatang. [Kutipan dari: (1) Sang Pimpinan Djwhal Khul oleh Alice A. Bailey].


HOME